5 Dasar Pemahaman Penting Menggunakan Instagram untuk Bisnis

Instagram untuk Bisnis

Instagram untuk bisnis ini tentunya sudah tidak asing lagi, sudah diketahui oleh semua orang pemakai instagram. Pihak Instagram sendiri memang menyediakan fitur Bussines Account yang ditujukan para pelaku bisnis, dan dari situlah peluang pemasukan dari para pengiklan Ig Ads.

Namun sayangnya masih banyak yang kurang cermat bagaimana cara menggunakan instagram untuk bisnissupaya maksimal. Para pakar sosial media management menyebut banyak yang kurang memahami bagaimana mindset dan dasar sebuah sosial media digunakan. Instagram adalah salah satu media digital marketing yang sangat bagus digunakan saat ini

Kita Mulai dari Memahami Pengguna Instagram

  • 70 % pengguna Instagram untuk scroling timeline melihat-lihat updetan teman, tokoh, artis yang di follownya atau scroling explore pada saat buka-buka Ig
  • 20 % pengguna Instagram bisnis yang berusaha membangun Ig bisnisnya dengan aktivitas follow, like, comment akun-akun yang mempunyai followers banyak dengan tujuan mendapatkan perhatian. Baik dengan cara manual maupun auto
  • 5% melihat-lihat produk di akun Instagram bisnis yang sebelumnya sudah kenal dengan brandnya atau akun Ig nya, mereka ada niat untuk membeli.
  • 3% mencari produk atau jasa melalui hastag
  • 2% tertarik beli secara tiba-tiba ketika scroling timeline

Jadi yang paling potensial untuk pebisnis baru yang menggunakan Instagram adalah bagian dari 3% dan 2% tersebut.

Pengguna Instagram di Indonesia terakhir di data mencapai 57 juta pengguna, artinya 1% saja sudah 570.000 itu jumlah yang sangat banyak sekali.

instagram demographics dha

Pertama, Mengenal Demografi Pengguna Instagram

70% pengguna Instagram di usia 18-35 tahun

20% diatas 35 tahun

10% dibawah 18 tahun

60% wanita dan 40% laki-laki

Pengguna aktif, 40% di Jakarta dan  60% terbagi di seluruh wilayah Indonesia.

Karena Instagram tergolong membutuhkan sinyal yang kuat dan biasanya masih di dominasi dari di kota-kota besar seperti Jakarta

Kedua, Memahami Karakter Para Pengguna Instagram

Anda harus pahami bahwa pengguna sosial media pada umumnya tidak membuka Ig untuk membeli sesuatu, tetapi untuk scroling timeline dan explore, kepoin saleb, kepoin teman, atau lihat” akun yang disukainya.

Kedua, meraka suka kepo jika tertarik dengan sesutu hal, tingkat keponya sangat tinggi daripada keinginan untuk membeli

Ketiga, mereka suka sesuatu yang emosional, sehingga akun akun inspiratif, motivasi, atau hal-hal yang menyentuh perasaan pasti banyak like dan followersnya.

Ketiga, Selanjutnya Membuat Konten Instagram Akun Bisnis

Setelah mengetahui bahwa pengguna Ig suka aktifias sosial, suka kepo, suka hal-hal yang emosional anda bisa nembagi menjadi 3 tema:

Sosialisasi: membuat konten yang menarik interksi di feed maupun story

Kepo: membuat konten menarik perhatian seperti visualisasi, inspiratif, edukatif, dan informatif

Emosional: membuat konten yang bisa menggugah perasan seperti story telling, motivasi, hobi, minat, kenangan, hiburan dll

Biasanya paling mudah konten akun bisnis adalah visualisasi, edukatif, dan mengajak interaksi sebagai contoh Ig @dhadigital

Keempat,  Teknik Posting Jualan di Instagram

Kalau sudah bisa menerapkan konten diatas barulah jualan dengan cara sebaik mungkin, posting yang tidak membuat followers anda annoying atau terganggu

Karena jika posting feed tidak mendapatkan perhatian (engagement dari followres) maka algoritma Instagram akan menurunkan rating akun anda. Beda seperti dulu, sekarang 2019 sudah sangat ketat, bahkan akun artis untuk endorse juga tidak semudah dulu mendapatkan engagement karena algoritma

Kelima , Penting Memahami Algoritma Instagram yang Terbaru

Setiap postingan baru, baik akun personal maupun bisnis Algoritma Instagram akan memunculkan ke 10% saja dari total followers yang pernah nge like atau comment.

Setiap 1 like, commnet, save, dan direct share akan meningkatkan persentasi dimunculkan ke followers lain

1 like, 1 comment = 2 engagement, 2 like = 2 engagement, jadi per 1 aktifitas followres anda sudah dianggap sebagai engagement

Setiap engagement akan meningkat persentase dari 10% jadi 11% 12% bahkan sampai lebih dari 100% muncul di explorer jika engagementnya tinggi

Pun sebaliknya jika engagement rendah maka akan turun sampai titik 1% bahkan postingan anda akan hilang ditelan algoritma

Jarang posting akan menurunkan engagement yang artinya tingkat kemunculan di feed followres Ig akan semakin diturunkan oleh algoritma

Kesimpulannya adalah:

  1. Kenali market pengguna Instagram Anda ada dimana?
  2. Ketahui Demografi market anda lokasinya dimana, usia, laki-laki atau perampuan, minat dll
  3. Buat rencana konten managemen, jenis visualisasi, edukatif, informatif, emosional, atau inspiratif
  4. Buat posting jualan sebaik mungkin
  5. Dapatkan engagement yang bagus
  6. Rajin update secara konsisten, bukan jumlah banyak post, tetapi konsisten
  7. Tingkatkan interaksi, membalas komentar atau DM