DHADigital - Dua tahun terakhir ini saya beberapa kali sering menggunakan jasa konten kreator untuk meningkatkan pemasaran sebuah bisnis. Ada yang bilang content creator, tapi ada yang menyebut influencer, atau KOL.
Di era digital dan sosial media, peran mereka sangat penting. Mereka punya keahlian dalam membuat dan memposting konten di sosial media dengan tema dan gaya masing-masing. Ada yang di bidang kuliner, gadget, fashion, skincare, pengembangan diri, atau yang khusus membahas berbagai hal di suatu daerah.
Selama 5 tahun terakhir, peran konten kreator pada bisnis berkembang sangat pesat. Ditambah ada affiliate Tiktok, kemudian fitur kolaborasi Instagram. Dulu sebelum tahun 2020 an, biasanya disebut endorse. Dulu umumnya artis dan orang-orang terkenal (influencer) yang bisa mendapatkan endorsement dari produk atau brand.
Sekarang semua usaha, produk, brand dari kecil hingga besar sudah bisa menggunakan konten kreator, atau influencer untuk mendukung pemasarannya. Bahkan bissnis era sekarang bisa kalah saing jika tidak menggunakan strategi kolaborasi dengan mereka dalam menjalankan promosi.
Beda Konten Kreator, Influencer, dan KOL
Content Creator lebih umum, mulai dari yang kecil dengan jumlah followers ribuan hingga puluhan ribu. Mereka aktif dalam membuat konten-konten yang menarik perhatian banyak audiens. Biasanya konten kreator juga punya spesifik kategori yang dibahas, ada yang membahas khusus informasi suatu wilayah, khusus kuliner, fashion, atau skincare.
Influencer lebih dikenal dengan personal orangnya (bisa artis atau bukan artis) mereka di sosial media sudah banyak dikenal oleh para pengikutnya. Jumlah pengikut di akun sosial media bisa diatas 100 ribu hingga 1 juta an. Mereka bisa disebut influencer karena konten mereka dan sosoknya punya pengaruh pada pengikutnya.
Sebagai contoh adalah, Jerome Polin, Abel Cantika, Ridwan Hanif dsb. Ciri khasnya seorang influencer adalah personal atau pribadinya sudah terkenal di mata pengikutnya.
KOL (Key Opinion Leader) jadi seseorang yang di sosial media terkenal di suatu bidang tertentu. Kontennya punya daya tarik, bermanfaat, tapi spesifik.
Sebagai contoh: Ridwan Hanif dia spesifik di bidang otomotif, atau David Gadgetin yang spesifik di bidang gadget.
Jadi bisa disipulkan secara singkat
- Konten Kreator: Punya nilai yang menarik dan bermanfaat di setiap konten yang dibuat
- Influencer: Punya nilai pada personalnya yang sudah melekat di mata pengikutnya, dan bisa mempengaruhi keputusan orang dalam bertindak
- KOL: seseorang yang terkenal di sosial media dan dipercaya punya pengetahuan lebih baik di suatu bidang tertentu.
Kapan Menggunakan Konten Kreator?
Di era media sosial seperti sekarang ini, hampir semua bisnis seharusnya bekerjasama dengan konten kreator dalam memasarkan usahanya. Tetapi perlu diketahui bahwa tugas konten kreator bukan sekedar meningkatkan jumlah penjualan, tetapi meliputi beberapa hal ini
- Membantu membuat konten produk atau brand yang menarik dilihat
- Meningkatkan jumlah jangkauan audiens (brand awareness)
- Membantu meningkatkan penjualan
Kapan Menggunakan Influencer?
- Meningkatkan nilai kepercayaan sebuah brand di mata masyarakat
- Lebih cepat dan banyak diingat oleh masyarakat secara lebih luas
- Menciptakan persepsi tertentu terhadap sebuah produk atau brand
Jika Anda Ingin Lebih Jelas dalam Menggunakan Content Kreator atau Influencer, saya bisa membantu Anda meliputi:
- Analisa produk dan bisnis dalam memilih kerjasama yang paling tepat
- Mencari konten kreator atau influencer yang paling relevan
- Membantu proses kerjasama dari awal hingga jadi
- Menjelaskan semua langkah yang selanjutnya sudah bisa Anda terapkan sendiri
0 Komentar