Tips Menjadi Content Creator Tanpa Menunjukkan Wajah

content creator tanpa wajah

Beberapa tahun terakhir ini sedang trend di kalangan pengguna sosial media yaitu seorang content creator, mereka adalah orang-orang yang membuat konten yang menarik dan bermanfaat sehingga terkenal dengan personal branding

Tapi muncul keresahan bagi orang-orang yang ingin menjadi content creator tetapi tidak suka terlihat wajahnya ketika ngonten karena malu, seorang introvert, atau hal lain sehingga merasa sulit menjadi content creator. Karena itulah muncul konseptanpa menunjukkan wajah atau "Faceless".

Menjadi faceless content creator memang dianggap lebih mudah tetapi sebenarnya ada beberapa kekurangan yang perlu diketahui sebelum kamu memutuskan untuk menjadi content creator faceless.

Ini Pentingnya Content Creator dalam Pemasaran Online

Kekurangan Content Creator Tanpa Menunjukkan Wajah

  1. Kurang dipercaya ketika tidak ada sosok yang jelas siapa dibalik akun faceless tersebut.
  2. Mudah ditiru  antara satu sama lain akunnya jadi miri-mirip sehingga tidak ada ciri khas dari satu dengan yang lain.
  3. Tidak punya identitas yang kuat sehingga beresiko tidak tahan lama, bahkan cenderung sulit berkembang.
Lalu bagaimana cara menjadi content creator tanpa menunjukkan wajah yang bisa berkembang dan dipercaya orang?

Berikut Tips Menjadi Content Creator Tanpa Wajah

1. Branding Identitas

Kabar baik untuk kamu bahwa sebenarnya untuk menyajikan konten itu tidak harus personal branding membuat konten-konten yang menunjukkan wajah. 

Jika kamu ingat, sebelum berkembang sosial media berbasis video Tiktok dan Reels seperti saat ini banyak nama-nama terkenal yang sama sekali tidak dikenali siapa orangnya.

Mungkin kamu tahu Lambe Turah, BigAlpha, Dagelan dll adalah akun-akun yang yang punya nama terkenal tapi tidak diketahui siapa dibelakang layar.

Tentu saja sekarang mereka sudah dikerjakan oleh tim karena akun nya sudah besar, tetapi di awal mula membuat bisa saja dikerjakan oleh individu.

Karena itu buatlah nama yang unik, mudah diingat dan konsisten punya ciri khas yang menunjukkan nama tersebut. 

Bahkan ada akun dengan nama @dnvb.id jika dipikir-pikir orang tidak akan tahu apa artinya, atau akun Instagram @dhadigital juga puya nama branding.


2. Menyajikan Konten yang Bermanfaat

Audiens itu sebenarnya hanya peduli terhadap konten yang mereka anggap suka, menarik, dan bermanfaat tanpa peduli siapa yang membuatnya, atau orangnya. 

Justru akun pemula personal branding, membuat konten dan video yang menunjukkan wajah bisa saja menciptakan persepsi "siapa sih ini? ".

Beda halnya jika yang disajikan fokus pada konten-konten yang menarik minat audiens. Orang yang suka akan dengan sendirinya kepo dan follow tanpa peduli siapa orang yang membuat karena memang dianggap punya nilai dan manfaat.

Jadi fokuslah untuk membuat konten-konten yang punya nilai di bidang tertentu. Seperti contoh jenis konten di bidang edukasi tema tertentu, konten informasi, atau hiburan.

Konten edukasi biasanya paling mudah dan diminati, apalagi jika memberikan suatu nilai atau manfaat lebih kepada audiens.
Algoritma sosial media tidak peduli siapa orang yang membuat konten, tetapi bagaimana respon audiens ketika melihat konten tersebut.

Dalam bahasa digital marketing respon audiens terhadap konten sosial media disebut "engagement" seperti like, komentar, save, dan share.

3. Punya Ciri Khas

Tanpa ciri khas maka akun sulit dibedakan satu dengan yang lain, antara akun satu dengan yang lain akan terlihat sama. Ada beberapa hal yang bisa dijadikan landasan dalam membuat ciri khas, antara lain:

  • Niche (topik khusus di bidang tertentu)
  • Logo 
  • Color Pallete atau kombinasi warna yang digunakan dalam setiap konten
  • Font, jenis font yang digunakan, misalnya seperti menggunakan Arial, Montserrat, atau Sans Serif

Sebagai contoh akun @dhadigital yang membahas seputar bisnis dan digital marketing, punya logo, kombinasi warna biru tosca dan orange.

Meskipun termasuk jarang posting, followers DHA Digital banyak yang kenal dan suka dengan konten-konten digital marketing yang kami bagikan.

4. Suka dan Menguasai Sautu Niche

Sangat disarankan sebelum memutuskan menjadi konten kreator, kamu harus suka di bidang tersebut. Karena tanpa rasa suka, maka akan terasa membosankan, dan berat dijalankan.

Orang yang suka terhadap suatu hal, ketika ngonten akan mendapatkan banyak ide, tanpa harus bingung mencari. Lalu sering terjadi pertanyaan untuk para pemula yang baru mulai ngonten.

Saya suka ini, apakah bisa dijadikan konten?

Misal, ada seseorang yang suka musik, atau bahkan hobi mancing.

Nah, jawabannya ada di poin ke 5. Untuk meyakinkan apakah kesukaan kamu tersebut ada peluang untuk dijadikan konten. Sehingga kamu yakin bahka kedepannya akan bisa menghasilkan dari konten yang kamu buat.


5. Ada Information Gap

Apa maksudnya?

Yaitu ketika kamu mengetahui, menguasai atau punya pengalaman yang bermanfaat di bidang tertentu sedangkan banyak orang belum tahu hal tersebut.

Misalnya, kamu punya pengalaman bermusik, jago memasak, jago memancing, atau pengalaman berkebun di dalam pot.

Bisasanya ada cara-cara tertentu agar bisa memainkan musik dengan baik, memasak yang enak dan sehat, atau tips memancing agar sukses selalu mendapat ikan.

Bayangkan, bukankah ada banyak orang yang belum tahu hal tersebut, dan beberapa diantara mereka membutuhkan informasi yang bisa membantu mereka jadi lebih tahu?

Alifannuur Al Azhar

Sejak tahun 2012 merasa suka dan cocok berkecimpung di ranah SEO dan Digital Marketing untuk bisnis dan usaha. Berbagi ilmu agar menjadi bermanfaat.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال